Percy Jackson and The Lightning Thief (review)
Menonton film ini rasanya bagai menonton film remaja setengah matang. Memasuki ruangan bioskop, saya memang tidak berharap terlalu banyak pada film besutan Chris Columbus ini. Selain saya sudah menonton hasil karyanya sebelumnya (Harry Potter 2), saya rasa cerita dan karakter di dalamnya juga standar. Tapi tentu saja saya berharap setidaknya saya mendapat hiburan ketika membayar sejumlah uang untuk menyaksikan film ini. Apalagi jumlah penonton yang membanjir membuat harapan saya melayang. Siapa tahu, dugaan dan prasangka saya tentang film ini salah. Intinya, Percy Jackson and The Lightning Thief berkisah tentang demigod, sebutan untuk anak hasil pernikahan dari dewa/dewi yunani dengan manusia bumi. Agar sang dewa tidak kehilangan sifat kedewaanya, mereka dilarang bertemu dengan anak mereka setelah mereka dilahirkan (so what is the essential of making a baby then?). Salah satu anak tersebut adalah Percy Jackson, keturunan Dewa Poseidon yang memiliki kekuatan sebagai penguasa air. Masala...