11 September 2012.. “Akhirnyaaa..” itulah kata yang pertama kali ingin saya ucapkan. Akhirnya, setelah sempat mangkrak selama setahun gara-gara saya melarikan diri ke negerinya Nobita, skripsi ini masuk ruang sidang juga. Akhirnya, setelah judul yang sama didaftarkan hampir dua tahun lalu, saya berhasil menyusul jejak teman-teman dan menyematkan tiga huruf baru di belakang nama saya itu, SIP. Akhirnya, setelah gagal berkejaran dengan Agustus, saya bisa menyuruh Ibu untuk segera booking tiket pesawat ke Jogja. Akhirnya, setelah berkencan dengan laptop selama beberapa waktu, saya memakai setelan putih hitam juga ke kampus. Akhirnya, akhirnya, akhirnya, bagian yang paling menyenangkan, saya bisa melambaikan tangan pada tugas akhir ini dan menulis halaman persembahan. Sejak awal proses penulisan skripsi, saya sudah mereka-reka apa yang akan saya tulis di lembar persembahan ini. Pokoknya saya ingin sesuatu yang nostalgic, yang sampai kapan pun, kalau dibaca ulang, akan memba...