Tuhan Menyayangiku


Tuhan Menyayangiku. Aku yakin itu.

Beberapa hari yang lalu dan berminggu-minggu sebelumnya aku sempat menanyakan pertanyaan yang sama kepada Tuhan. Bukan untuk menggugatnya. Bukan. Hanya bertanya mengenai rasa penasaran yang menyeruak di kepalaku. Rasa penasaran yang membuat kepalaku kadang berdenyut dan sesak.

Dan akhirnya dalam segala kekalutan, tiba-tiba setitik jawaban menyeruak ke permukaan. Hei, aku menepuk jidatku sendiri. Bagaimana mungkin aku masih mempertanyakannya padahal jawabannya jelas terpampang di depanku? Mengapa pula aku bersusah-susah mencarinya padahal ia menggantung di liang pikiranku?

Kuhembuskan nafas dan tiba-tiba kepalaku berhenti berdenyut. Sudah tidak sakit lagi. Semuanya jadi terasa baik-baik saja dan menyenangkan. Iya, rupanya memang begitu. Sekarang aku menyadarinya. Terima kasih Tuhan.

Aku tidak jamin obat yang Kau berikan akan bertahan selamanya. Suatu saat pasti kepala ini akan berdenyut lagi. Tapi setidaknya saat ini obat penenang ini sudah cukup untukku.
Harusnya aku lebih banyak bersyukur. Karena aku juga seharusnya tahu, bahwa Kau selalu menyayangiku dengan cara-MU sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Journey to be a Star (Danone Management Trainee Recruitment Phase)

My Chevening Journey

Perpisahan Kelas Bahasa Jepang